Perintah Memenuhi Perjanjian
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَوْفُوْا بِالْعُقُوْدِۗ اُحِلَّتْ لَكُمْ بَهِيْمَةُ الْاَنْعَامِ اِلَّا مَا يُتْلٰى عَلَيْكُمْ غَيْرَ مُحِلِّى الصَّيْدِ وَاَنْتُمْ حُرُمٌۗ اِنَّ اللّٰهَ يَحْكُمُ مَا يُرِيْدُ ١
yâ ayyuhalladzîna âmanû aufû bil-‘uqûd, uḫillat lakum bahîmatul-an‘âmi illâ mâ yutlâ ‘alaikum ghaira muḫillish-shaidi wa antum ḫurum, innallâha yaḫkumu mâ yurîd
Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah janji-janji! Dihalalkan bagimu hewan ternak, kecuali yang akan disebutkan kepadamu (keharamannya) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang berihram (haji atau umrah). Sesungguhnya Allah menetapkan hukum sesuai dengan yang Dia kehendaki. (Q.S. Al Maidah : 1)
وَلَا تَقْرَبُوْا مَالَ الْيَتِيْمِ اِلَّا بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ حَتّٰى يَبْلُغَ اَشُدَّهٗۖ وَاَوْفُوْا بِالْعَهْدِۖ اِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْـُٔوْلًا ٣٤
wa lâ taqrabû mâlal-yatîmi illâ billatî hiya aḫsanu ḫattâ yablugha asyuddahû wa aufû bil-‘ahdi innal-‘ahda kâna mas’ûlâ
Janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan (cara) yang terbaik (dengan mengembangkannya) sampai dia dewasa dan penuhilah janji (karena) sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya. (Q.S. Al Isra’ : 34)
Kedua ayat tersebut menjadi dasar atas pentingnya menjaga, memelihara, dan melaksanakan janji. Dan itu diperintahkan Allah Subhanahu wa ta’ala. Maka penuhilah janji.
Lantas janji yang bagaimana yang perlu dijaga dan apa saja yang bisa menjadikan janji itu mudah dilanggar atau dicederai?
Lantas janji yang bagaimana yang perlu dijaga dan apa saja yang bisa menjadikan janji itu mudah dilanggar atau dicederai?
وَاَوْفُوْا بِعَهْدِ اللّٰهِ اِذَا عَاهَدْتُّمْ وَلَا تَنْقُضُوا الْاَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيْدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمُ اللّٰهَ عَلَيْكُمْ كَفِيْلًاۗ اِنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُوْنَ ٩١
wa aufû bi‘ahdillâhi idzâ ‘âhattum wa lâ tangqudlul-aimâna ba‘da taukîdihâ wa qad ja‘altumullâha ‘alaikum kafîlâ, innallâha ya‘lamu mâ taf‘alûn
Tepatilah janji dengan Allah apabila kamu berjanji. Janganlah kamu melanggar sumpah(-mu) setelah meneguhkannya, sedangkan kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S. An Nahl : 91)
Dalam Hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari.
عن ابي هريرة ، أن رسول الله صل الله عليه وسلم قال: آية المنافق ثلاث : إذا حدث كذب ، وإذا وعد أخلف، وإذؤتمن خان. أخرجه البخاري
Artinya: Dari Abi Hurairah RA Rasulullah Shallahu’alaihi Wasallam berkata Tanda-tanda orang Munafiq ada tiga: Apabila berkata dusta, apabila berjanji mengingkari, dan apabila diberi amanat berkhianat.
Munafiq mempunyai banyak arti, akan tetapi, munafiq yang sesuai dengan hadits yang shahih adalah adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Sebagaimana hadits yang mempunyai arti “Tanda-tanda orang Munafiq ada tiga: Apabila berkata dusta, apabila berjanji mengingkari, dan apabila diberi amanat berkhianat.” Pada sanad, matan dan rawinya tidak ada unsur keraguan sama sekali. Sanadnya bersambung hingga Rasulullah, Matannya meruapan matan qauli yang langsung dari Nabi, sedangkan Perawinya merupakan orang yang dhabit daan adil.
