Tradisi Syawalan umumnya dilaksanakan pada 7 hari setelah Idulfitri atau tanggal 8 Syawal dalam kalender Hijriah. Tradisi ini dikenal juga dengan sebutan Lebaran Ketupat, Kupatan, atau Bakda Kupat, dan puncaknya sering dirayakan dengan makan bersama, sedekah bumi, atau festival budaya.
Tradisi ini juga memiliki makna mendalam, yaitu sebagai bentuk rasa syukur setelah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan.
Selain itu, Syawalan juga menjadi simbol kebersamaan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Tidak heran jika tradisi ini terus dilestarikan dari generasi ke generasi karena mengandung nilai-nilai positif yang sangat penting dalam kehidupan sosial.
Ragam Perayaan Syawal di Beberapa Daerah di Jawa Tengah
Tradisi perayaan pada 8 Syawal ini juga dikenal di wilayah lain. Sejumlah daerah di Jawa Tengah mengenalnya dengan Syawalan, ada juga yang menyebut sebagai bakda ketupat.
Dalam sebuah buku berjudul Java: Geographisch, Ethnologisch, Historisch (1882). P.J. Veth menyebut, pesta budaya ini sebagai Bada Lomban. Perayaan 8 Syawal tidak hanya dikenal dengan nama-nama yang berbeda, tetapi juga memiliki kekhasannva masing-masing.
Di Kaliwungu, Kabupaten Kendal misalnya, warga merayakannya dalam bentuk haul Mbah Kyai Guru Asy’ari. Di Muara Demak, Kabupaten Demak, perayaan Syawalan diadakan dalam bentuk acara sedekah laut atau sadran. Di Klaten, perayaan Syawalan diawali dengan kirab gunungan ketupat dari Alun-Alun Klaten menuju Bukit Sidoguro.
Sedangkan di Krapyak, Kota Pekalongan, perayaan Syawalan dirayakan dalam bentuk tradisi silaturahmi (berkunjung dari rumah ke rumah dan pemotongan lopis). Perbedaan masing-masing wilayah dalam merayakan dan memaknai perayaan didasarkan pada nilai-nilai budaya yang dianut warga setempat.
Tradisi Khas di dalam Syawalan
- Lebaran Ketupat/Kupatan: Tradisi masak dan makan ketupat bersama di Jawa dan Lombok.
- Lopis Raksasa: Diadakan di Krapyak, Pekalongan, setiap 8 Syawal.
- Kirab Sapi/Lebaran Sapi: Dilakukan di lereng Gunung Merapi, Boyolali, pada H+7 Syawal.
- Grebeg Syawal: Tradisi keraton di Solo dan Yogyakarta.
- Sedekah Laut: Dilakukan di beberapa wilayah pesisir seperti Demak.
Makna: Sebagai bentuk syukur setelah puasa Ramadan dan puasa sunah 6 hari di bulan Syawal, serta mempererat silaturahmi.
Untuk tahun 2026, puncak tradisi Syawalan atau Lebaran Ketupat diperkirakan jatuh pada tanggal 28 Maret 2026.
