Amalan Nisfu Sya’ban menyambut Ramadhan

hudallah
7 Min Read

Nabi bersabda: “Lima malam yang tidak akan ditolak doa di dalamnya: malam pertama bulan Rajab, malam nisfu Sya’ban, malam Jumat, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha.”  

عن أبي أمامة الباهلي قال, قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: خمس ليال لا ترد فيهن الدعوة، أول ليلة من رجب، وليلة النصف من شعبان، وليلة الجمعة، وليلة الفطر، وليلة النحر  

Sebagaimana dilansir dari NU Online Jateng, Muhamad Sochib, alumnus Pesantren Roudlotul Muttaqin dan Futuhiyyah Mranggen, Demak, menyampaikan dalam tulisannya, di antara amalan-amalan yang dianjurkan para ulama pada malam nisfu Sya’ban.


Menjemput Berkah di Malam Nisfu Sya’ban: Malam Pengampunan dan Penulisan Takdir

Bulan Sya’ban sering kali disebut sebagai bulan “kelalaian” karena letaknya yang terjepit di antara dua bulan besar, Rajab dan Ramadan. Namun, di tengah bulan ini terdapat satu malam yang sangat istimewa, yaitu Malam Nisfu Sya’ban (malam ke-15 bulan Sya’ban).

Bagi jemaah Musholla Hudallah, memahami urgensi malam ini adalah langkah penting untuk mempersiapkan batin sebelum memasuki madrasah Ramadan.

قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: شَهْرُ رَجَبٍ شَهْرُ اللَّهِ، وَشَهْرُ شَعْبَانَ شَهْرِي، وَشَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرُ أُمَّتِي.

Artinya: “Rasulullah SAW bersabda: Bulan Rajab adalah bulan Allah, bulan Sya’ban adalah bulanku, dan bulan Ramadan adalah bulan umatku.”  

1. Apa Itu Malam Nisfu Sya’ban?

Secara harfiah, Nisfu berarti pertengahan. Malam Nisfu Sya’ban diyakini sebagai malam di mana Allah SWT memberikan perhatian khusus kepada hamba-hamba-Nya. Mengutip dari NU Online, Rasulullah SAW bersabda:

“Allah SWT melihat kepada makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya’ban, lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR. Ibnu Majah & At-Thabrani).

Oleh para ulama, malam ini juga disebut sebagai Lailatul Maghfirah (Malam Pengampunan) dan Lailatul Ijabah (Malam Terkabulnya Doa). Beberapa literatur menyebutkan bahwa pada malam inilah buku catatan amal tahunan ditutup dan diganti dengan buku baru.


2. Amaliyah Masyhur di Malam Nisfu Sya’ban

Berdasarkan tradisi yang diajarkan oleh para ulama Nusantara dan sering dipraktikkan di berbagai daerah, berikut adalah rangkaian amaliyah yang bisa kita laksanakan di Musholla Hudallah:

A. Membaca Surat Yasin Tiga Kali

Ini adalah amalan yang sangat populer. Setelah salat Maghrib berjamaah, jemaah membaca Surat Yasin sebanyak 3 kali dengan niat yang berbeda di setiap putarannya:

  1. Bacaan pertama: Niat agar diberikan umur panjang yang barokah untuk beribadah kepada Allah.
  2. Bacaan kedua: Niat agar dijaga dari marabahaya, bala, dan diberikan rezeki yang halal serta cukup (tidak menggantungkan diri pada manusia).
  3. Bacaan ketiga: Niat agar ditetapkan iman dan Islam, serta meninggal dalam keadaan husnul khotimah.

Setiap selesai membaca Surat Yasin dilanjutkan membaca doa berikut:  

 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اللّهُمَّ يَاذَا الْمَنِّ وَلاَيُمَنُّ عَلَيْك. يَاذَا الْجَلاَلِ وَالْإِكْرَامِ. يَاذَا الطَّوْلِ والْإِنْعَامِ, لاَإِلهَ إِلاَّ أَنْتَ ظَهْرَ اللاَّجِئيْن, وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِيْن, وَمَأْمَنَ الْخَائِفِيْن. اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُوْمًا أَوْ مُقَتَّرًا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ فَامْحُ مِنْ أُمِّ الْكِتَابِ شَقَاوَتِيْ وَحِرْمَانِيْ وَتَقْتِيْرِ رِزْقِيْ وَأَثْبِتْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ الْمُنْزَل, عَلَى نَبِيِّكَ الْمُرْسَل {يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ} إِلهِيْ بِالتَّجَلِّي الْأَعْظَم, فِيْ لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ الْمُكَرَّم, الَّتِيْ يُفْرَقُ فِيْهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيْمٍ وَيُبْرَم, اكْشِفْ عَنِّيْ مِنَ الْبَلاَءِ مَا أَعْلَم, وَمَا لاَ أَعْلَم, وَاغْفِرْ لِيْ مَا أَنْتَ بِهِ أَعْلَم. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنْ أَعْظَمِ عِبَادِكَ حَظًّا وَنَصِيْبًا فِيْ كُلِّ شَيْئٍ قَسَمْتَهُ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ نُوْرٍ تَهْدِيْ بِهِ, أَوْ رَحْمَةٍ تَنْشُرُهَا, أَوْ رِزْقٍ تَبْسُطُهُ, أَوْ فَضْلٍ تُقَسِّمُهُ عَلَى عِبَادِكَ الْمُؤْمِنِيْنَ, يَااللهُ, يَااللهُ, لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ. اللَّهُمَّ هَبْ لِيْ قَلْبًا تَقِيًّا نَقِيًّا, مِن َالشِّرْكِ بَرِيًّا, لاَ كَافِرًا وَلاَ شَقِيًّا, وَقَلْبًا سَلِيْمًا خَاشِعًا ضَارِعًا. اللَّهُمَّ امْلَأْ قَلْبِيْ بِنُوْرِكَ وَأَنْوَارِ مُشَاهَدَتِكَ, وَجَمَالِكَ وَكَمَالِكَ وَمَحَبَّتِكَ, وَعِصْمَتِكَ وَقُدْرَتِكَ وَعِلْمِكَ, يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ, وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.  

 

B. Memperbanyak Doa

Para ulama menekankan bahwa doa di malam ini tidak akan tertolak. Salah satu doa yang masyhur dibaca setelah Yasin adalah doa memohon ketetapan iman dan keberkahan rezeki. Allah SWT berfirman dalam Surat Ad-Dukhan yang sering dikaitkan dengan malam mulia ini mengenai penetapan segala urusan yang penuh hikmah.

C. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar

Mengingat malam ini adalah malam pengampunan, sangat dianjurkan untuk memperbanyak istighfar (Astaghfirullahal ‘adzim) serta kalimat tauhid (Laa ilaha illallah). Dzikir ini berfungsi untuk membersihkan “karat” di hati sebelum bulan Ramadan tiba.

D. Puasa Sunnah Sya’ban

Bagi yang mampu, disunnahkan berpuasa pada hari ke-15 Sya’ban (hari Nisfu). Puasa ini merupakan bentuk syukur dan upaya agar saat buku catatan amal diangkat, kita sedang dalam keadaan berpuasa.

E. Memperbanyak Sholawat

Di antara keistimewaan Sya’ban yaitu bulan di mana ayat tentang shalawat diturunkan, yaitu firman Allah:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا   

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi, wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kalian atas Nabi dan sampaikanlah salam penghormatan kepada-Nya.” (al-Ahzab:56)  

Ibnu Abi al-Shoif al-Yamani mengatakan bahwa Sya’ban merupakan bulan shalawat atas Nabi karena ayat innallaha wa malaaikatahuu yusholluuna alannabi, yaa ayyuhalladziina aamanuu sholluu alaihi wa sallimuu tasliimaa’ itu turun di bulan Sya’ban.


3. Pentingnya Menjaga Ukhuwah (Silaturahmi)

Ada satu catatan penting dari para ulama: Pengampunan Allah di malam Nisfu Sya’ban bisa terhalang bagi mereka yang masih menyimpan dendam atau permusuhan antar sesama Muslim.

Oleh karena itu, sebelum memasuki malam Nisfu Sya’ban, sangat dianjurkan bagi warga dan jemaah Hudallah untuk saling memaafkan. Inilah alasan mengapa tradisi Punggahan atau silaturahmi lokal menjadi sangat relevan jika dikaitkan dengan momen ini.


Kesimpulan: Persiapan Menuju Ramadan

Malam Nisfu Sya’ban adalah “pintu gerbang” terakhir sebelum kita benar-benar menginjakkan kaki di bulan Ramadan. Dengan melaksanakan amaliyah ini secara berjamaah di musholla, kita tidak hanya mengharap pahala pribadi, tetapi juga keberkahan untuk seluruh lingkungan desa kita.

Amalan Tujuan Utama
Yasin 3x Keberkahan Umur, Rezeki, dan Iman.
Istighfar Pembersihan Dosa (Maghfirah).
Baca Al Qur’an Memperbanyak membaca Al Qur’an
Sholawat Memperbanyak membaca sholawat
Saling Maaf Menghilangkan penghalang terkabulnya doa.

Sumber rujukan: Dikutip dan diolah dari nu.or.id, Islam.nu.or.id, dan berbagai khutbah ulama Aswaja.

[dari berbagai sumber oleh divisi media hudallah.id]

Share This Article
Tidak ada komentar